BANTARA (NEW VERSION)

BANTARA (NEW VERSION)

  • WpView
    Reads 4,770
  • WpVote
    Votes 1,039
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Thu, May 19, 2022
[TAMAT] Ini bukan kisah penuh romansa dengan bumbu yang menggetarkan dada, juga bukan fantasi hebat yang menyemburkan pengalaman paling indah. Tapi ini hanya tuangan kisah dalam ruangan rahasia seorang Nara. Nara itu seorang penulis. Namun, ia berhenti menulis dikarenakan otaknya tidak mau diajak berkompromi dalam menuangkan ide. Macam-macam tips dari Mbah Google sudah dicoba tapi tidak membuahkan hasil. Sampai ketika Bara--yang menurut Nara dulu memiliki humor seperempat sendok teh-- datang lagi dan merecoki semuanya. Dan dia juga yang menjadi penawarnya. "Nulis tinggal nulis, ribet amat hidup Lo!" "Dih! Dikata bikin cerita kayak nulis abjad satu lembar? Selamat datang di dunia manusia seperempat sendok teh dan manusia seribu kata satu chapter cerita. Amazing cover by : 🦖
All Rights Reserved
#35
ips
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • RENO
  • DEVIAN [END]
  • [BL] Sudden Omega
  • Gone(✔)🔚
  • ABSTRAK GIRLS  (End)
  • ASHA
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • Takdir dalam Lara  [END]
  • 30 Hari untuk Ari

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines