Forbidden Love

Forbidden Love

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk memberiku seorang kekasih, terdengar konyol memang. Tapi aku sangat sangat sangat menginginkan nya. Aku selalu iri melihat orang orang disekitarku yang memiliki pasangan Hingga akhirnya, Tuhan mengirim kan salah satu umatnya untuk ku. Seorang pria yang terlihat baik dan mengatakan bahwa ia tak bisa hidup tanpa ku. Membuaiku dengan sejuta pesona dan kata kata manisnya. Sampai aku tak sadar bahwa ia lah awal kehancuran ku. Kehancuran seorang Arabela Putri Lazuardi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • MY WIFE IS MODEL
  • I FOR YOU
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Arsena 2 - Kamu Seindah Senja (TAMAT)
  • Nata, De & Coco
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Stay (Away)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Into You [TAMAT]

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines