JeffAre (On Going)

JeffAre (On Going)

  • WpView
    Membaca 356
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 4, 2019
Wanita itu terpekik karena menemukan diriku tengah memeluknya. Lalu dia mendorongku dan menjauh memberi jarak antara kami. Ternyata tingginya hanya sampai hidungku sangat mudah jika untuk mencium keningnya. Apa aku gila menyukai seorang wanita yang tak ku kenal hanya dengan melihatnya sekilas tadi saat berada di dalam kereta. "You!" ucapnya sambil menunjukku dengan jari telunjuknya yang indah itu. "what are you doing? Why you hug me, huh?!" lanjut nya yang ternyata tak terima jika aku telah memeluknya tiba tiba. "Lihat!, kau bertanya apa yang sedang aku lakukan? Kau tidak lihat?, kau hampir saja tertabrak jika tadi tidak aku tolong. Apa ini caramu membalas kebaikan ku, nona." "Pamrih, toh." ucapnya mendelik ke arahku. Tanpa aba aba, "baiklah terimakasih." singkatnya lalu meninggalkanku yang masih mematung melihat makhluk Tuhan yang terlalu indah menurutku. Dia setengah berlari karena takut aku akan mengikutinya. Baiklah nona Sekarang Besok Sampai akhir Kau milikku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Assalamualaikum Imamku
  • Pangeran Hingga Jannah I END
  • IMPERFECT
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • Pahala Surgaku✓
  • Romansa Cakrawala ✓
  • 𝐀𝐁�𝐎𝐔𝐓 𝐈𝐌𝐀𝐌 (ON GOING)
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan