JeffAre (On Going)

JeffAre (On Going)

  • WpView
    Reads 356
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2019
Wanita itu terpekik karena menemukan diriku tengah memeluknya. Lalu dia mendorongku dan menjauh memberi jarak antara kami. Ternyata tingginya hanya sampai hidungku sangat mudah jika untuk mencium keningnya. Apa aku gila menyukai seorang wanita yang tak ku kenal hanya dengan melihatnya sekilas tadi saat berada di dalam kereta. "You!" ucapnya sambil menunjukku dengan jari telunjuknya yang indah itu. "what are you doing? Why you hug me, huh?!" lanjut nya yang ternyata tak terima jika aku telah memeluknya tiba tiba. "Lihat!, kau bertanya apa yang sedang aku lakukan? Kau tidak lihat?, kau hampir saja tertabrak jika tadi tidak aku tolong. Apa ini caramu membalas kebaikan ku, nona." "Pamrih, toh." ucapnya mendelik ke arahku. Tanpa aba aba, "baiklah terimakasih." singkatnya lalu meninggalkanku yang masih mematung melihat makhluk Tuhan yang terlalu indah menurutku. Dia setengah berlari karena takut aku akan mengikutinya. Baiklah nona Sekarang Besok Sampai akhir Kau milikku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IMPERFECT
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Ning Salwa!
  • Kisah Semusim
  • Pahala Surgaku✓
  • Assalamualaikum Imamku
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐈𝐌𝐀𝐌 (ON GOING)
IMPERFECT

Arunika berteriak, "Lo nggak akan ngerti, karena lo gak berada di posisi gue!" "Gue gak akan paham kalo lo sendiri gak mau cerita. Gue bukan cenayang yang bisa tahu isi hati dan pikiran orang lain," balas Alister setelah menghela napas sebelumnya. Air mata membasahi wajah Arunika, tangannya terkepal kuat, "Gue benci sama diri gue sendiri, gue benci sama dia! Gue benci semua laki-laki di dunia ini, lo semua tuh bangsat!" Semua perasaan yang tertahan dan ia sembunyikan dalam dinding kokoh yang sudah ia bangun, akhirnya pecah. Sedih, kecewa, marah, benci dan terhina. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dan menggerogoti hidup Arunika secara perlahan-lahan. Lebih buruk dari yang gadis itu kira. "Hidup lo nggak akan berakhir karena itu. Gue ada di sini, buat lo. Gue bakalan nemenin lo dalam situasi apa pun. Apa yang terjadi di masa lalu, itu bukan salah lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines