Kacamata Kedua

Kacamata Kedua

  • WpView
    Leituras 36,700
  • WpVote
    Votos 7,683
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jun 2, 2021
Untuk kalian yang sedang menyambut hari bahagia tanpa mengetahui cerita lain di baliknya, dari kacamata kedua yang ditinggalkan. Meninggalkan dan ditinggalkan mungkin adalah hal yang lumrah terjadi di dalam setiap kehidupan. Sayangnya tidak semua orang sanggup menjalaninya. Ada yang meratapi kepergian orang tersayang dengan air mata kesedihan tiada henti, ada yang berdiri tegak menghadapi badai besar bernama kenyataan. Seperti Embun yang dengan langkah tegap dan senyuman tulusnya hadir di pesta pernikahan orang yang pernah memiliki tahta tertinggi di hatinya, atau mungkin masih.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Shadows of Love
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Permintaan Maaf Anggis [END]
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • GERBONG KERETA, CERITA KITA✔
  • Resital Sunyi (End)
  • Cahaya Dan Kata (Revisi)
  • Cafuné [✓]

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo