Belenggu Asmaraloka

Belenggu Asmaraloka

  • WpView
    LECTURAS 385
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 16, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Aku bukanlah sunset yang indah namun fana Aku bukanlah embun yang menyejukkan Aku bukan pula matahari yang selalu menerangimu Aku bukanlah pohon rindang yang menjagamu dikala hujan turun Aku bukan pula hujan yang mengingatkanmu pada masa lalu Aku bukanlah bintang yang indah saat kau pandang Aku bukanlah semua hal yang indah di dunia ini ... Aku, hanya.. Akan menjadi ayah tempatmu mengeluh Aku menjadi ibu dikala kamu telah lelah berkelana Aku menjadi kakakmu dikala kau ingin mencurahkan segala isi hatimu Aku menjadi orang asing dikala kamu bosan denganku Namun, aku akan selalu ada didekatmu karna aku telah memilihmu untuk masa depanku. Itu komitmenku. -M. Aditya Pratama
Todos los derechos reservados
#187
kamu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Arsyilazka
  • RAVENDRA
  • Jodohku
  • Efemeral
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • dimana janji tersebut
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • hate rain

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido