Aksara Tentang Kehilangan

Aksara Tentang Kehilangan

  • WpView
    Reads 6,971
  • WpVote
    Votes 522
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2020
Melukiskan berbagai arti tentang kehilangan. "Kau tak kutemukan di hutan aksara itu. Kujelajahi lagi, hingga dalamnya lautan rindu pun tak membuatmu nampak. Aku lelah!! Ku telah kehabisan kata, untuk menggores kisah, yang sebenarnya masih basah akan luka." Penulis: Hasyyati Melanie IG: aksara_hasyya
All Rights Reserved
#24
puisigalau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Rangkaian Kata (Completed)
  • KONSEKUENSI HATI
  • Sasmita Nivriti
  • PROSA
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Coretan Rindu
  • Indonesian Poetry
  • • KECEWA ~
  • Dia Semesta
  • Balada Syair Sunyi
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • About My Poem
  • Perihku Ditinggalkan
  • di akhir perang
  • PERLINA

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines