18+ for violence, blood, and strong language
[Action, Drama, Science Fiction]
Takdir ibarat seperti langit. Jika ia biru, artinya merupakan pertanda baik. Namun sebaliknya, kalau kelabu berarti pertanda buruk. Semua yang hidup mendapatkan hal serupa. Takdir berpihak, atau tidak sama sekali.
Kala itu langit membawakan badai besar teruntuk Mawar Putih yang ringkih. Di dalam tragedi, kebimbangan bertamu di jalan takdir Kirika, mengharuskan ia menggantungkan sepatu berbilah pisau dan mengganti mereka dengan sepasang pedang. Ketika duri-durinya semakin kuat, berhadapanlah Kirika Alford kepada jalan yang ia pilih, menemui Kenji Oohara si Gagak Pendendam yang mendambakan hujan darah di taman bermainnya.
Tetap bertahan merupakan satu-satunya pilihan. Tak peduli jika Kirika mesti ikut bermandikan darah, langit biru harus direnggut kembali menghadap taman bunga penuh kedamaian.
Sudah saatnya menyerahkan dan mengerahkan apapun yang ia punya.
"Mari kita mulai ... perjalanan takdir yang tidak kita inginkan ini."
Sebab tidak ada yang mau taman bunga kembali rusak oleh kegelapan.
Wonderful cover by @sadaraa a.k.a. @blueskytears
On WIA Indonesia 2nd Reading List (Action Reading List)
Original Story by Mono Shana (2015 end / 2020 remake / 2023 end)
All Rights Reserved
Hana, gadis berjilbab yang tidak pandai berteman itu menjalani kehidupan sekolah yang begitu-begitu saja. Tidak dekat dengan siapapun, tidak juga bermusuh dengan siapa-siapa. Namun, kehidupan normalnya sirna saat kelasnya kedatangan murid baru bernama Dimas. Lelaki yang berkebalikan dengan Hana, begitu supel dan dalam sekejap sudah berteman dengan semua orang; kecuali Hana. Semenjak kehadiran Dimas dalam hidupnya, Hana mulai membuka matanya dan mulai menatap teman-temannya. Ada Ghina, Ryan, bahkan si ketua kelas Regan; yang membutuhkan 'teman'. Berkat Dimas pula, Hana paham, berteman itu sulit sekali.