awan dan matahari menjadi saksi
dalam sakitnya patah hati
melihat pandang yang penuh chemistri
membuat air mata mengalir ke pipi
aku sukar mengatakan
karena kucemburu melihat tatapan
yang menyatakan sangat pintar
dan menanyakan cinta gentar
ku dikoyak-koyak sepi
ku diporak porandakan api
ku hanya bisa menutupi pedih
meski itu sangat perih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Langsung baca aja guys, gak pandai buat deskripsi
Maaf kalo ceritanya gak jelas, atau gak nyambung soalnya ini cerita pertama aku
Fase: dipaksa, terpaksa, dan terbiasa