Dream Cathcher

Dream Cathcher

  • WpView
    Membaca 200
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 6, 2019
Aku tidak mengerti mengapa banyak pelajar , bahkan orang-orang besar di luar sana masih dapat menjadi aktivis dan motivator handal 'anti Bullying' jika pada kenyataannya hingga detik ini seluruh manusia yang kutemui pasti membully-ku walau sekali. Bahkan guruku sekalipun. Aku pikir negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi etika dan etitud. Tapi nyatanya sejauh ini aku masih ditertawakan dan diejek karena kelainanku. Rasanya aku sudah cukup bosan dan lelah mengeluh. Bahkan kekuatan sosial media pun tak pernah membantuku untuk keluar dari lingkaran setan ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#132
hope
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bullying In My Islamic School
  • ONDAH FAMILY - ONE SHOOT [REPUBLISH]
  • HANYA INGIN KAMU
  • Keluarga Kecil Katanya [END]
  • Constellations From The Room
  • Broken Heart
  • I'am Not A Virgin
  • ALSHA
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • AKU PERNAH ADA DI TITIK ITU

Beberapa kemarahan mungkin menemui kata maaf tetapi beberapa kekecewaan tidak pernah menemukan kata sembuh. "Mungkin aku bisa memaafkan kalian tetapi aku tidak bisa melupakan pembullyan yang kalian lakukan untukkku" -Aiza Nadhia Qurratul Aini- Bersekolah di sekolah elit itu memang lah tidak mudah menjalaninya. Ada kesalahan sedikit saja dianggap fatal, banyak orang hanya menilai pada hasilnya dan hanya bisa menyalahkan namun mereka tak pernah tau prosesnya. Bagaimana Aiza menghadapi pembully an itu? akankah ia bisa bertahan hingga kelulusan nya nanti?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan