Story cover for Dream Cathcher by WhitemeSnow
Dream Cathcher
  • WpView
    MGA BUMASA 200
  • WpVote
    Mga Boto 15
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 200
  • WpVote
    Mga Boto 15
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Mar 04, 2019
Aku tidak mengerti mengapa banyak pelajar , bahkan orang-orang besar di luar sana masih dapat menjadi aktivis dan motivator handal 'anti Bullying' jika pada kenyataannya hingga detik ini seluruh manusia yang kutemui pasti membully-ku walau sekali. Bahkan guruku sekalipun. Aku pikir negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi etika dan etitud. Tapi nyatanya sejauh ini aku masih ditertawakan  dan diejek karena kelainanku. Rasanya aku sudah cukup bosan dan lelah mengeluh. Bahkan kekuatan sosial media pun tak pernah membantuku untuk keluar dari lingkaran setan ini.
All Rights Reserved
Sign up to add Dream Cathcher to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
He's The Boss cover
Constellations From The Room cover
I'am Not A Virgin cover
ONDAH FAMILY - ONE SHOOT [REPUBLISH] cover
Disebutnya "Rumah kita" [Gen 12] (end) cover
ONDAH FAMILY cover
TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)  cover
Bullying In My Islamic School cover
When I happy? (TAMAT) cover

He's The Boss

46 mga parte Kumpleto Mature

18+ Saat ini aku sedang menjadi anak pembangkang yang menerima karma. Aku mengatakannya karena saat ini sedang mengalami kesulitan atas keputusan egois yang ku buat 4 tahun yang lalu. Aku memaksa mengambil jurusan manajemen bisnis disaat tidak ada anggota keluarga atau kerabat yang berada di bidang tersebut. Aku sangat percaya diri karena merasa mempunyai minat dan bakat di jurusan itu namun ternyata di akhir aku tetap harus bersaing. Aku benci mengatakannya tetapi ini sangat menyebalkan karena nilai dan universitas yang bagus ternyata kalah dengan orang dalam. Aku sangat anti dengan orang dalam namun tidak berlaku untuk orangtuaku terutama Bunda. Ia sama dengan ibu-ibu kebanyakan yang merasa malu bila anaknya yang sudah lulus kuliah namun tak kunjung bekerja. Suatu hari ia bertemu dengan klien yang ternyata mempunyai perusahaan besar di kotaku. Sialnya ia melakukan berbagai cara agar aku bisa masuk ke perusahaan itu. Ia mendekatkan aku dengan keluarga dari kliennya yang ternyata mempunyai anak laki-laki sebagai pemimpin perusahaan tersebut. Aku tak percaya saat Bunda memintaku untuk dekat dengannya. Aku ingin menolak namun tidak bisa karena fasilitasku menjadi ancamannya .