aku punya superpower dong!

aku punya superpower dong!

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Mar 4, 2019<5 mins
terimakasih masih setia menjadi bagian di usia ku yang menginjak 26thn. aku ga pernah lupa kalo superpower itu bukan hanya milik superhero, dengan bersamanya aku memiliki kekuatan yang super... ya, dia adalah sahabat aku, Rahmah Laila eh Laila Rahmah eh siapa sih... terserah deh... ga penting, yang terpenting saat ini dia masih menerima aku dari berbagai bentuk cerita! ini adalah bagian favorit aku, ketika weekend menghabiskan waktu bersamanya... bukankah sahabat sungguhan adalah seseorang yang pertama di cari ketika kita sedih ? hey bukan sedih... dia pula yang pertama kita cari saat kita menggapai reward! iya... itu yang aku rasakan, tiada hari tanpa sapa di pesan social media.... singkatnya, dia memang selalu ada dan berusaha tetap apa adanya, tidak berubah dan mengubah apapun... tetap membuat nyaman bercerita apapun.... sialnya, kisah cinta kita sama, dibuat berantakan oleh pria yang tidak bertanggung jawab yang telah menanamkan benih perasaan sayang sejak saat itu, sebenarnya kita hampir bingung, mungkin kita terlalu besar menaruh harapan yang jelas harapan itu bukan untuk bahagia kita seorang... ah sudahlah, disini aku ingin bercerita betapa bahagia aku memiliki sahabat yang masih menerima aku di sisi apapun! aku tidak akan pergi, jika memang harus, harus melihat kamu bahagia... bahagia dengan pilihan kamu yang mampu membuat bahagia seutuhnya! ya suamimu kelak Ela!! bagaimana dengan sahabatmu ? :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET ME HATE YOU
  • 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧 𝐎𝐟 𝐑𝐚𝐣𝐯𝐚𝐧𝐬𝐡
  • PAUBAYA
  • Iztiraar
  • Your touch 《YunGi》
  • Tu woh chaand
  • Harem Streamer System: Every Crime I Broadcast Wins Me a Superheroine

A marriage neither wanted. A hatred neither understands. Two strangers tied by a past that stains everything between them. He never wanted a wife. Especially not her. Cold, distant, and poisoned by assumptions, Amaan enters the forced marriage with one intention- to keep his distance and keep his resentment alive. Asmaira enters with something far heavier- guilt. Not to protect him. Not to save him. But because she knows the truth of what happened... and she cannot bear to confess it. They have never met. But the moment they do, the air turns sharp- full of tension, unspoken accusations, and the kind of hate that feels too much like longing. He despises her for a sin she never committed. She punishes herself for a sin she never confessed. And marriage turns into a battleground where silence is a weapon... and closeness is a threat. In this house, love is impossible. Trust is deadly. But hatred? Hatred is the only thing keeping them alive.

More details
WpActionLinkContent Guidelines