MINE! Dear Erlan

MINE! Dear Erlan

  • WpView
    Reads 81,712
  • WpVote
    Votes 451
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
"Kenapa si kamu selalu ngehindar dari aku Erlan?" -Talita Arsya Revalin. "Karena lo itu benalu. Semenjak ada lo, hidup gue gak tenang. Jadi mending lo jauh-jauh dari hidup gue dan minta Ayah lo untuk batalin perjodohan sialan ini!" -Erlangga Bagaskara. Talita yang begitu menggilai Erlan yang selalu menghindar dan mencaci-makinya. Talita yang memperjuangkan Erlan yang selalu mengacuhkannya. Talita yang berusaha meluluhkan hati Erlan yang justru berpaling pada yang lain. Bukan kah hati tidak bisa dipaksakan? Mencintai Erlan yang jelas-jelas tidak mencintainya jelas bukan keinginan Talita. Diapun ingin dicintai dan diperlakukan seperti Ratu oleh kekasihnya seperti perempuan-perempuan diluaran sana. Tapi hatinya tetap lagi dan lagi tertuju hanya untuk Erlan. Cinta pertamanya. Walau Erlan sudah terikat dengannya melalui perjodohan, namun hati Erlan belum terikat untuknya. Talita berharap semoga nanti, entah kapan, hati Erlan bisa ia miliki.
All Rights Reserved
#292
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • CEZALINE
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • AzkaNa dan Ruang Nostalgia
  • ALFAREZI [On Going]
  • Putihku [ON HOLD]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines