Denai
  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
"Saya benci!" Azzam bingung dengan gadis yang berada di hadapannya. Padahal ia yang hampir menabrak dirinya, tapi ia yang naik pitam. "Dasar calon ibu," gerutu Azzam. Azzam menghela napas kasar, berusaha untuk tetap sabar. Sebagaimana pun ia sedang berhadapan dengan calon ibu. "Perkenalkan, Saya dokter Azzam, Azzam Syarif Putra Ahmad. Anda?" Sambil menyunggingkan senyum dan mengulurkan tangannya. Berharap sang gadis menjabat uluran tangan yang menanti. "Bisa tidak, jika memperkenalkan diri tanpa membawa title dokter Anda?" Masih dengan wajah kesalnya, ia menjabat uluran tangan dengan sangat terpaksa. "Saya Denai, Denai Ridha Zenata." Ucapnya gugup. "Untung perempuan." Gerutu Azzam semakin kesal. "Anda tidak terima Saya marah-marah dari tadi? Seharusnya Anda introspeksi diri." Denai menaikkan nada suaranya menjadi delapan oktaf. "Apa yang perlu diintropeksi, jelas-jelas Anda yang hampir menabrak Saya." Azzam tidak terima. Apa maksudnya, seolah-olah ia yang paling benar dalam keadaan ini. Azzam tidak melakukan apapun selain tersenyum dan memperkenalkan diri. "Baiklah, Saya buru-buru. Jika Anda masih ingin memarahi Saya lagi, ini KTP dan kartu nama Saya." "Maksud An-" "Halooo! Saya belum selesai. Anda pikir saya pengurus Capil?" Denai berseru, memandang punggung Azzam yang semakin jauh.
All Rights Reserved
#696
pertengkaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You Dokter {Geng Rempong : 12}
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • LOVE in SILENCE
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • MY LITTLE DOCTOR
  • Nona Gandari (Terbit)
  • THE SECRET LOVE
  • Rasa Dalam Sujudku
  • ARAVIER [ON GOING]

Cinta tidak memaksakan orang untuk mencintai. Namun, rasa itu akan hadir di setiap insan manusia yang mau mencintai. Seperti halnya yang akan terjadi pada dokter spesialis mata ini. Dokter Benny Halim. Di usia 29 tahun. Tampan. Pintar. Berbakat. Single. Mungkin semua wanita muda akan jatuh hati begitu melihat lelaki ini. Well, itu setidaknya benar, tapi, dokter muda ini yang malah trauma jatuh cinta. Sibuk dengan urusan yang berhubungan dengan jam kedinasan, membuat dirinya terkadang lupa untuk menyenangkan diri sendiri. Ia lebih fokus untuk kesehatan orang lain. Walaupun dirinya juga harus terlebih dahulu sehat. Beberapa kali mempunyai niat mendekati seorang wanita, setidaknya dua kali. Namun, kedua wanita itu rupanya bukanlah jodohnya. Semenjak itu, ia jadi agak 'trauma' mau mendekati seorang wanita. Pertama, ia mau mendekati seorang wanita cantik yang matanya mengalami 'kebutaan' sementara, Linda, wanita yang ternyata sudah menikah dengan seorang lelaki tampan serta kaya karena keberhasilan membangun perusahaan sendiri di bidang hukum. Ia harus menghibur diri sendiri sendiri berpikir mungkin Linda bukanlah jodohnya. Setelah waktu terlewati untuk mengobati rasa sedikit sakit hati karena tidak bisa meraih cintanya. Ia kembali bisa merasakan apa rasanya suka itu ketika melihat seorang wanita. Tepatnya, wanita cantik lagi kali ini anak tiri dokter kandungan yang ia kenal. Ranti. Wanita mandiri yang membuka usaha bakery. Namun, sayang sekali lagi, wanita ini mencintai seorang anggota TNI yang tidak bisa ia sejajar dengan kemampuan menembak lelaki jantan itu. Ia sih tahu kemampuan dirinya dalam hal menembak, tapi ia lebih banyak menembak memakai jarum suntik tidak seperti Kapten Burhan yang menggunakan senjata api. Well, di mana cintaku akan berlabuh, akupun tidak tahu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines