Olivia (Tahap Revisi)

Olivia (Tahap Revisi)

  • WpView
    Reads 2,946
  • WpVote
    Votes 449
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"satu-satunya kesalahan ku adalah tetap mencintaimu setelah berpura-pura mengikhlaskan" ~olivia. Ketika bayang-bayang berdampingan dengan oksigen, maka seperti itulah cerita seorang perempuan penikmat senja. Semua di hidupnya di ibaratkan seperti senja, pelangi, dan kembang api. Hadir, memberikan keindahan lalu beranjak pergi. Jika kalian fikir menjadi seorang perempuan cantik dengan otak yang cemerlang itu membahagiakan, maka itu tidak berlaku bagi seorang Olivia Riska Effendy. Menjadi istimewa tapi hanya sekedar bayang. Mungkin hidupnya dipenuhi keberuntungan. Tapi hatinya siapa yang tau. Mampir dulu, baca dulu, follow author juga boleh deh. Siapa tau jatuh cinta:v sama ceritanya maksudnya. Happy Reading^^
All Rights Reserved
#25
haris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Alshana
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Ketika Pangeranku Bernama Baby Grey
  • ELFATHAN
  • Maina & Maxim

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti penjara yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk menyerah. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines