SUARA RINDU

SUARA RINDU

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 12, 2019
"Wahai rindu...adakah pernyataan darimu yg dapat ku genggam? Berupa sebuah tanda adanya pertemuan? atau bahkan bila hanya sebuah muara yg bisa membuatku menguak rasa, itu tak masalah... asal aku bisa mnyatakan suara rindu yg menyakitkan..." Aku adalah seorang gadis yg lugu. Aku masih remaja. Umurku 16 tahun. Sama seperti anak remaja pada umumnya, aku masih anak sekolah kelas 3 aliyah. Aku adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluargaku. Namaku adalah Aisyah Ayyasyah. Saudaraku ada 2 dan aku anak terakhir. Meski begitu, aku belum merasa cukup. yaa krna aku terikat dengan rindu yg kian lama, kian bertambah. Walaupun ada kesamaan dariku dan anak-anak remaja lainnya, bagiku masih ada yg kurang. Mereka mungkin hidup nyaman dengan lengkapnya keluarga mereka, tapi aku tidak! dan aku perlu blajar menerima kenyataan pahit ini. kedua sayap kasih sayang yg kucintai, memilih berpisah. Aku dan kedua kakakku jadi korbannya. Inilah kisahku. kisah yg penuh dengan kejadian-kejadian yg memilukan. Mungkin kalian akan mendapatkn sendiri, ketika kalian membaca ceritaku. Semoga kisah ini dapat membantu kalian biar bisa lebih baik lagi dalam mensyukuri hidup ini. penasaran?? silahkan membacanya... wassalam.
All Rights Reserved
#553
kisahsedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Terjebak dalam Bee'Qu
  • Hijrahku berujung Pernikahan
  • A R S E A N A
  • jangan percaya seseorang
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • 𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔 𝐀𝐘𝐀𝐇

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines