SUARA RINDU

SUARA RINDU

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Wahai rindu...adakah pernyataan darimu yg dapat ku genggam? Berupa sebuah tanda adanya pertemuan? atau bahkan bila hanya sebuah muara yg bisa membuatku menguak rasa, itu tak masalah... asal aku bisa mnyatakan suara rindu yg menyakitkan..." Aku adalah seorang gadis yg lugu. Aku masih remaja. Umurku 16 tahun. Sama seperti anak remaja pada umumnya, aku masih anak sekolah kelas 3 aliyah. Aku adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluargaku. Namaku adalah Aisyah Ayyasyah. Saudaraku ada 2 dan aku anak terakhir. Meski begitu, aku belum merasa cukup. yaa krna aku terikat dengan rindu yg kian lama, kian bertambah. Walaupun ada kesamaan dariku dan anak-anak remaja lainnya, bagiku masih ada yg kurang. Mereka mungkin hidup nyaman dengan lengkapnya keluarga mereka, tapi aku tidak! dan aku perlu blajar menerima kenyataan pahit ini. kedua sayap kasih sayang yg kucintai, memilih berpisah. Aku dan kedua kakakku jadi korbannya. Inilah kisahku. kisah yg penuh dengan kejadian-kejadian yg memilukan. Mungkin kalian akan mendapatkn sendiri, ketika kalian membaca ceritaku. Semoga kisah ini dapat membantu kalian biar bisa lebih baik lagi dalam mensyukuri hidup ini. penasaran?? silahkan membacanya... wassalam.
All Rights Reserved
#545
kisahsedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • Become Baby Boy✓
  • Hijrahku berujung Pernikahan
  • New Possessive Family
  • Secangkir Teh
  • Bertumpu
  • 𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔 𝐀𝐘𝐀𝐇
  • jangan percaya seseorang
  • Terjebak dalam Bee'Qu
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines