Kekasih Kedua

Kekasih Kedua

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 21, 2025
Kenapa kamu nggak pernah cerita soal Novi?" tanya Eris akhirnya. Eko menatap ke langit yang mendung. "Karena aku pengecut. Aku gak siap menerima kenyataan bahwa hidupku dibangun dari kebohongan yang dipaksakan." "Lalu... sekarang?" "Aku gak tahu harus gimana, Ris. Aku masih mencintaimu. Tapi aku juga bertanggung jawab atas Novi dan Nayla. Bahkan ketika tahu dia sakit pun, aku tetap berdosa... karena hatiku masih berharap pada kamu." Eris menahan tangis. Semuanya terlalu rumit. "Jadi... kita ini apa, Ko?" Eko terdiam. Lalu dengan berat hati, ia berkata: > "Kita adalah luka yang gak pernah sembuh, Ris. Tapi juga obat satu sama lain." Nantikan kisah cinta Eriska Oktaviani dan Eko Mahendra Putra di "Kekasih Kedua" selengkapnya ©Nedi817Kurniadi
All Rights Reserved
#782
truelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laila, Nikah yu! (Revisi)
  • SAMAR 2 (CLBK) {COMPLETED}
  • Arsyilazka
  • Just You And Me
  • RAVASYA [END]
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • No Longer Mate
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

Marwan Abdi Pradipa, atau yang akrab dipanggil Abdi dan kadang-kadang Mawar, adalah sosok playboy bersertifikasi yang sedang mencoba untuk bertobat. Alasan dia bertobat adalah satu, dia jatuh cinta kepada Laila dan ingin menikahinya. Namun perjuangan Abdi untuk mendapatkan Laila ternyata tidak mudah, dari mulai rasa yang tidak peka, orang ketiga, restu, hingga sampai gegar otak, harus ia lewati satu persatu. *blurb* "Le katanya nikah itu enak, coba deh lo tanya sama yang udah pengalaman." "Mana ada?!" "Masa lo nggak percaya?" Laila menggelengkan kepalanya. "Yaudah, kalau gitu gimana kalau kita buktiin sama-sama aja? Lo siapnya kapan?" Bukannya menjawab, Laila malah tertawa. "Eh malah ketawa, mau nggak? Kalau besok gimana?" "Gue ngerti maksud lo, otak kotor!" #selamatmencoba❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines