We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kentif
  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagssma
"Bisa gk usah ngurusin hdup gw? Tanya Ken. "Gw cma prdli sma loe!" Balas Tia. "Dan gw gk btuh diprdliin!" Datar Ken. "Ok. Klo emng niat gw baik sma loe Salah,gw pmit" ucap Tia Kentif Putra Dewindra Seorang cwo dingin ank dri pengusaha yg sukses Dan trknal,yg diprtmukan oleh Tia Lerinan gadis cantik yg tdak tau malu, suka bolos, melawan gru, Dan hal Buruk lainnya.Akankah Tia bsa mrubuhkan tmbok yg sudah dibangun Ken? Ken yg trkenal denga julukan "pangeran es" Karna ktampanan yg dimilikinya menjadikan Ia most wanted sekolah, dengan Tia yg dijuluki "bad girl" krna kelakuannya? Apakah Ken bisa berstu dngan Tia? Pnsaran? Bca critanya. PLAGIAT di larang mendekat!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • BadGirl
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • TAKLUK
  • ELANG
  • One Month from Alea
  • Don't Talk About Money
  •  At SKOOL?
  • AKSIEL

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines