Story cover for Sendu by nakeda_
Sendu
  • WpView
    Leituras 5,405
  • WpVote
    Votos 363
  • WpPart
    Capítulos 8
  • WpView
    Leituras 5,405
  • WpVote
    Votos 363
  • WpPart
    Capítulos 8
Em andamento, Primeira publicação em mar 05, 2019
Tan, Kamu bilang akan selalu dekat dengan ku. Tidak pergi meninggalkan aku walaupun kita pasti akan terpisah karena pendidikan kita, jurusan kita dalam mengambil universitas nanti.. Aku sudah sungguh yakin dengan mu Tan, Kalau kamu beda dari laki-laki yang lain. Kamu terlalu banyak berpikir sampai membuat aku berharap. Aku mempercayaimu lebih dari teman dekat ku, Kalimat mu berhasil meyakinkan ku untuk tetap memilih mu, Tetapi itu dulu. Sekarang kamu tidak seperti Titan Pramudya yang ku kenal, Dan aku sudah tidak seperti Keira Anastasya yang kamu buat nyaman tanpa ada kepastian.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Sendu à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Taken Slowly cover
The Choice cover
Tentang Kita  cover
Menyimpan Rasa cover
Maaf✓ cover
Tentang Rasa [TAMAT] cover
It HURTS cover
Misunderstand cover
Destiny Of Love𓊈COMPLETED𓊉 cover

Taken Slowly

35 capítulos Concluída

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.