I LOVE YOU COZ RAIN

I LOVE YOU COZ RAIN

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 5, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
Aku melihat nya bersandar dibawah pohon yang lebat dengan tubuh gemetar dan tatapan yang penuh ketakutan. Hujan semakin deras. Aku menghampirinya dan memberikan jaketku padanya untuk menghangatkan nya tapi tiba tiba saja dia menarik ku dan memelukku dengan erat, erat sekali hingga aku bisa merasakan detakan jantung nya, hembusan nafasnya yang tak beraturan dan gertakan giginya karna ketakutan. Lelaki yang selama ini terlihat sangat tegar dan gagah ternyata menderita akan sesuatu yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelum nya. Dia begitu menderita, aku tidak pernah melihat dia seperti ini sebelumnya,,, hatiku terasa sakit, dadaku terasa sesak . Tuhan...haruskah dia menderita seperti ini pada sesuatu yang benar benar indah???
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red [Cerita Pendek]
  • Assalamu'alaikum Seoul The Series (Complete)
  • I'm (Not) Allow to Love You // 널 사랑할 수 없(있)어
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • CHANGE | JJK
  • JEDA CERITA KITA
  • You are always mine past, present and future Kookmin (Gs)
  • MINE
  • From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE]
  • Aksara Lingga

"Nara, kamu nggak bisa seenaknya gitu dong sama perasaan orang." lelaki tampan dengan fitur rupa setara deskripsi dewa-dewa mitologi Yunani yang acapkali diagung-agungkan oleh hampir setiap insan itu melayangkan protes, menatapku lekat penuh goresan yang tak payah disembunyikan dari balik matanya. Aku menoleh, menerobos masuk dalam sukma lewat bulat besar matanya yang teduh, "Emang aku seenaknya gimana, Kak?" tanyaku pada Pramudya, yang entah sudah keberapa kali dicobanya gapai kedudukan yang terlanjur kukerek naik hingga sukar bagi tiap insan yang hendak mencapai. Dada Pramudya naik turun. Ia memejamkan matanya sejenak, sambil kuserok lagi keteguhan hatiku untuk tetap berada di puncak, menolak terlena dalam tawarannya akan ikrar tuk merengkuhku di hari tergelap yang terkadang mampir tuk kecohkan pandanganku akan masa mendatang. Kelopak mata Pramudya kembali terbuka - masih luka disimpannya disana. "Yang deketin aku pertama kan kamu, terus waktu aku tertarik juga ke kamu, sekarang kamu bilang kamu nggak mau ada di hubungan apapun? Itu maksudnya apa kalau nggak semena-mena?" Pramudya curah perasaannya dengan marah, meski tetap rendah nadanya teralun. Aku tertawa kecil. Lelaki yang cermat. Sungguh jika masih tersisa percaya meski hanya seujung kuku dalam hati, rela kuselami palungku demi Pramudya. Namun sayang, lenyap sudah pandangan baikku akan cinta, hingga yang tersisa bagi Pramudya hanyalah Nara yang rapuh lekat dengan segala traumanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines