Story cover for Gold Clover by Eclairawr
Gold Clover
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 06, 2019
Sekolah "clover", tempat dimana orang-orang kaya, geng motor, berandalan, preman, dan kriminal-kriminal yang masih berstatus dibawah umur bersekolah.

Menurut cerita dari para murid sekolah itu, sekolah Clover mempunya 3 peringkat.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Gold Clover to your library and receive updates
or
#416kriminal
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
RENGGANDRA cover
MURDERER IN THE SCHOOL SEASON 2 [COMPLETED] cover
FOUR (Selesai) cover
LUKA : My chess Game Begins cover
MURDERER IN THE SCHOOL [Completed] cover
BULLYING PYRAMID cover
Dia PEMBULLY!!!  cover
THE IMPOSTOR? cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"