Puisi Lelaki

Puisi Lelaki

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 6, 2019
WpInfo
Poetry
Segala hal yang tak bisa aku ungkapkan. Tetapi masih bisa ku rangkai lewat kata yang ku tulis dalam "Puisi Lelaki". Aku bukan pujangga, aku hanya pemuda perasa. Barangkali dari kalian ada yang membuka halaman ini dan menganggapnya curahatan pribadi. dengan segala kerendahan, kesedangan dan ketinggian hati, Aku akan dengan lantang mengatakan "Ya.. Itu benar adanya !"
All Rights Reserved
#267
katakata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • DikaRanggi
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Me adalah Aku
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Infinity
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Diary hati:)
  • Mahligai Sunyi

Dia yang kupercayai sebagai pemilik hati ini seutuhnya. Namun dia juga yang menghancurkanku hingga menjadi butiran debu. Melupakan memang takkan pernah mudah. Merelakan yang pernah ada, menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu dia tahu rasanya. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Dan apa tujuannya selama ini? Bukankah kita berjanji untuk saling menyembuhkan? Tapi tenang saja, aku telah berjanji pada diriku. Aku akan menyembuhkan lukaku sendiri, tanpa bantuan orang lain. -Qaeera Atthifa Hani Aku tak mengerti, mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakannya yang berbeda dari yang lain. Dia yang mencuri hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan saat aku sama sekali belum mengetahui namanya. Rasa ini telah singgah di hatiku selama sewindu. Entahlah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau hanya rasa penasaranku terhadap dirinya yang tak pernah bisa kumiliki. -Parama Randy Wardhana

More details
WpActionLinkContent Guidelines