Berubah Menjadi Idealis

Berubah Menjadi Idealis

  • WpView
    LETTURE 121
  • WpVote
    Voti 22
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mar 6, 2019
Tentang dia yang ingin menjadi baik namun kalah dengan hawa nafsunya. "Aku pengin nurut, tapi belom bisa Din. Aku pengin jadi idealis, tapi gak bisa. Jangan selalu salahin aku!" -Rizki Misbah "Walaupun sulit, kamu harus lakukan. Berpikir idealis. Tidak ikut-ikutan. Melawan arus. Keluar dari zona nyamanmu itu!" -Dinda Umarah Anak Jaman Sekarang, yang tidak berpikir untuk maju kedepan. Berusaha melawan arus. Menjadi diri sendiri. Curhatannya dengan Dinda membuat suatu sisi baik seorang Rizki terlihat. Dengan berbagai konflik. Kejadian yang mungkin adalah teguran. Dan... Idealis itu. Bisakah Rizki melewatinya? Menghadapinya? --- Sinopsis bukan rangkuman dari isi cerita. Silahkan coba baca cerita yang tidak pro ini. Isinya biasa-biasa saja. Tinggalkan jika tidak bermanfaat. Selamat membaca ^_^ -andiniputri
Tutti i diritti riservati
#31
stm
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Mengejar Cinta Badboys
  • Raden Aluna
  • Polaris Cinta Kehidupan (Lengkap)
  • Refleksi
  • Family's of different Blood NV ( √ )
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • Cinta Segitiga
  • Juan [REVISI]

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti