My Holiday like Nightmare

My Holiday like Nightmare

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Liburan sehabis lulus dari SMP pengen ngapain ya?Hmmm... Kayaknya bagus kalau bareng Ayah sama Ibu deh yak ? Pantai 🌊? Puncak 🗻? Gunung 🗻? Rumah 🏡 kakek & nenek 👴👵? Itu mah bosen kali ya gak sih? Ohh...mau yang ekstrim?Ke hotel yuk bareng aku 😏. Nggak deng bareng aku,Ayah dan Ibu doang kok. Image hotel yang saya tahu yah? Itu kayak banyak pelayanan dan fasilitas yang kita dapatkan disana,pelayan yang ramah,orang-orang baru yang mungkin bisa jadi sahabat,penghuni dan kariawan yang selalu menyapa. (Eh kayak gitu bukan sih?) Image hotel yang saya dan kedua orangtuaku ini beda cuy...Yakali tuh resepsionis melotot kek anabelle ke ayah,tapi ini hotel beda dari expetasi kalian semua... Please,TRUST ME.... Pokoknya baca dulu,baru kalau rame tambahin ke list reading dan daftar perpustakaan kalian. Ini cerita original dari imajinasi saya saja.
All Rights Reserved
#908
ikon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATASANKU [ON GOING]
  • Duda -Johnten [ END ]
  • ETERNITY [✓]
  • light from the darkness||LOOKISM
  • Cinta Itu Polos?
  • FIRTS TIME FOR VIVI GOES TO KOREAN
  • Broken melodies
  • Renata Keyla ✔

Menjadi sekretaris di perusahaan besar seharusnya menjadi langkah awal yang baik untuk karierku. Namun, siapa sangka pekerjaanku justru membawaku ke dalam lingkaran tak berujung bernama lembur, revisi, dan perintah tanpa ampun. Dan semua itu berasal dari satu orang-atasanku. Dia dingin, perfeksionis, dan tak pernah sekalipun menunjukkan ekspresi selain ketidakpuasan. Bekerja dengannya seperti berhadapan dengan badai tanpa akhir-mencekam, penuh tekanan, dan melelahkan. Namun, di balik perintahnya yang tanpa kompromi, di balik tatapan tajam yang selalu membuatku ingin mengumpat dalam hati, aku mulai melihat sisi lain darinya. Sisi yang tidak pernah ditunjukkannya pada siapa pun. Dan itu berbahaya. Karena aku tahu, aku tak boleh terlibat lebih jauh. Dia adalah atasan. Aku hanyalah pegawai. Tidak seharusnya ada perasaan di antara kami. Tapi... bisakah hati benar-benar diatur hanya dengan logika? **** Happy reading🦋 Jangan lupa vote dan komen ya🌷

More details
WpActionLinkContent Guidelines