TEAR ME TO PIECES

TEAR ME TO PIECES

  • WpView
    Reads 1,295
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2023
Sebastian Abraham, cowok blasteran Indo-Jerman, tubuh tinggi dan tampan, menjabat sebagai Ketua OSIS di Pandurata High School Jakarta. Hampir semua kaum hawa mengaguminya, sosoknya yang cerdas juga atletis, bertanggung jawab serta ramah, siapa gadis yang tahan akan pesona dan karisma yang ia miliki? Namun, siapa yang akan menyangka bahwa ternyata sifatnya selama ini bertolak belakang dengan apa yang diperlihatkannya di depan publik. Rizqya Adelia, cewek yang mendapatkan beasiswa di Pandurata High School Jakarta ini menjalani hidupnya dengan santai. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang tidak perlu, tapi jika terpaksa melakukan maka akan dia selesaikan sesingkat mungkin. Gadis yang memiliki hobi mendengarkan musik, penikmat novel fantasi dan misteri, serta penyuka minuman matcha latte ini tidak pernah menyangka, jika dia akan berpacaran dengan Ketua OSIS di sekolahnya. "Aku dan kamu. Apakah tercipta untuk bersama atau hanya untuk sementara?"-Rizqya Adelia "Aku siap menghadapi masalah sehebat apapun, asalkan bukan kehilangan kamu."-Sebastian Abraham
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Veil Of Elysian
  • LOVE OF THE PAST
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • Rasa dan Harapan
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • Eramnesia
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • A L D Y (E N D)
  • What If [SUDAH TERBIT]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines