why should I ??

why should I ??

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 6, 2019
Tentang dia yang mencari seseorang yang benar-benar tulus berteman dengannya. Tentang dia yang ingin melupakan masa lalu yang menghantuinya. Tentang dia yang ingin melepaskan penyesalan yang menggerogotinya perlahan-lahan. Tentang dia yang ingin dicintai dan disayangi. Tentang dia yang mencoba melepaskan ketakutannya. Tentang dia... ya tentang dia yang mencoba agar orang-orang disekitarnya tidak meninggalkannya. "Karna gue takut sendiri" "Karna gue gak mau ditinggalkan" "Karna gue ingin bahagia, meski harus menyakiti diri sendiri" "Gue egois??emang iya!!" Keegoisan untuk mempertahankan apa yang dia punya. Bukankah itu wajar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • If we can together
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • caught in the middle [ kkeomchiz x daengsung ]
  • Kita Yang Gak Pernah Jadi. | CHANJIN ✔️
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Menyerah atau Bertahan?
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines