Story cover for _PelangiAsmara by TutiRismawati3
_PelangiAsmara
  • WpView
    Reads 472
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 36
  • WpView
    Reads 472
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 36
Ongoing, First published Mar 06, 2019
Intinya aku hebat ,
Dalam memendam rasa atau sebatas menjadi pengagum rahasia .

Di penghujung malam ,desah suara lembut mu masih terngiang jelas .
Aku dan dirimu mencoba menafsirkan segala rasa dan merapalkan nya dalam bentuk doa .
Terimakasih telah menyayangi ku ,hadiah teristimewa yang pernah aku dapatkan . Kini berjalan lah sejauh mana pun yang kamu mau .
Aku selalu rapuh ,pada ketulusan mu aku pun luluh .
Aku percaya kamu adalah tangan yang tepat untuk menjaga dan aku percaya kamu adalah raga yang tepat untuk melindungi. .

Namun dikala senja itu ,ternyata garis takdir kita bersinggungan ,tak lagi searah .

Di penghujung cerita ternyata aku menemukan kamu yang bukan mencari ujung tentang kita ,tapi tentang dia .

Dan sepeninggalmu aku banyak berterimakasih ,
Pelajaran yang dapat diambil mungkin alangkah baiknya jika aku lebih bijak lagi dalam  menggunakan perasaan .
All Rights Reserved
Sign up to add _PelangiAsmara to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
TEOLOGI CINTA by AliAspandi
30 parts Complete Mature
Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?
You may also like
Slide 1 of 10
Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan cover
Menepi cover
Secarik kertas usang cover
Our Tragedy cover
Annam Al Abbiyan  cover
Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu cover
Misunderstand cover
TEOLOGI CINTA cover
Cahaya Terang (END)  cover
Titik di Bagian Koma cover

Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

17 parts Ongoing

Aku, Felicya Anastasya. Gadis bodoh yang terjebak dengan perasaan ingin memiliki terhadap sahabatku sendiri. Tapi dia, dia mempunyai wanita yang sudah dari lama dia kagumi. Namun saat wanita itu mengkhianatinya, aku dengan gagah mengobati dan berjanji tidak akan pernah meninggalkannya, dan diapun demikian. Dia mulai menaruh perasaan padaku dan menyuruh ku melupakan komitmen dulu, untuk tidak terbawa perasaan. Namun, Dia mengkhianati ku saat diriku percaya, ia tidak akan pernah mengecewakanku. Tentu, dia adalah laki-laki brengsek yang Tuhan pertemukan padaku. ...... Saya, Hairez Alzam Ghaaziy. persis seperti dibilang oleh Felicya, ya saya laki-laki brengsek, laki-laki yang dengan gagah membuat sahabatku sendiri jatuh cinta sejatuh-jatuh nya terhadap saya. Saya mengkhianatinya disaat saya tahu dia begitu mencintai saya, saya lebih memilih gadis yang baru saya kenal dibanding dia yang sudah menemani saya ketika saya terpuruk. Saat dia menjauh sejauh-jauhnya terhadap saya, Tuhan malah mempertemukan kita kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Saya ingin sekali menghampirinya, dan menyembuhkan rasa sakit dia yang belum sembuh hingga saat ini. Tapi bagaimana caranya? _Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan_ _13 Januari 2025