Valley In Love

Valley In Love

  • WpView
    Reads 290
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 5, 2019
"Aliya, dengarkan aku dulu! Please, Valley....!" Davin berseru tertahan. Aliya tertegun, langkahnya terhenti mendengar suara itu memanggilnya dengan panggilan yang hanya diberikan oleh orang-orang terkasihnya, bertahun-tahun lalu. Haruskan ia luluh karena panggilan khusus Davin? Rasanya sudah lama sekali, sejak mama tercinta meninggalkannya, "Mama..."Aliya terisak, dadanya sesak, seandainya mama masih ada... Davin merengkuh bahu yang naik turun karena isakannya, "Please, jangan pergi lagi, Aliya! Aku bisa jelaskan semuanya."
All Rights Reserved
#7
valley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BLOOD FLOWERS
  • Annalia (Tamat)
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • STILL (Completed)
  • Jika Bukan Dia ( Completed )
  • VALUNA( ON GOING)
  • Lily of the Valley
  • Please Don't Hate Me (Proses penerbitan)
  • Antara janji dan perasan

"Ayaash!" isaknya sambil menangis, "Apa yang sudah kau lakukan, Ayaash! Apa kau benar-benar tidak bisa memahami perasaanku? Atau memang kau tak punya keberanian untuk memahami? Aku tak pernah mencintai siapa pun selain dirimu. Lalu kenapa kau tega berbuat ketidakadilan sebesar ini kepadaku, hingga aku harus menjadi istri orang lain padahal suamiku masih hidup? Dosa sebesar apa yang sudah aku lakukan sampai semua ini harus menimpa diriku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi." "Jangan berkata begitu, Aleena!" ujar Ayaash, suara lemahnya bergetar, sambil mengangkat tangan yang lemah. "Kau tidak bersalah. Semua ini adalah keputusan yang harus kuambil. Aku tak ingin tubuhku yang cacat ini menjadi beban dalam hidupmu. Aku tak ingin menjadikan dirimu tongkat bagi tubuhku yang lumpuh ini." Mata Ayaash pun dipenuhi air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines