Secangkir Kopi Untuk Kehidupan

Secangkir Kopi Untuk Kehidupan

  • WpView
    Reads 1,665
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 12, 2019
Pukul 18.00 WIB. Aku duduk berhadapan Samudra. Seakan senja melambai dari ujung sana. Ah... Foto yang indah. Bagaimana menurutmu?
All Rights Reserved
#165
puisikehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Temporary |End|
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Always Loving You
  • Quotest Bafering's
  • Terlambat cinta
  •  my star [bxb]
  • Move on
  • Rangkaian Aksara
  • cerita bulan september

Reyhan Alkantara "Biarkan angin ini menerpa kehidupan yang penuh akan kebahagiaan, kebahagiaan yang hanya sementara kita rasakan. Namun, setiap hembusan angin yang menerpa, aku mencoba untuk mengikhlaskan apa yang telah datang dan akan pergi layaknya daun yang melekat pada pohon dan diterpa angin untuk gugur." Hana Almeera "Jika hidup ini penuh dengan hitam putih, maka pelangi yang membuatku tersenyum semangat, karena warna indahnya yang datang setelah hujan, dan kamu hadir ketika hujan telah redah. Jika aku akan pergi seperti pelangi yang hanya nampak sementara, ikhlaskan seperti halnya angin yang telah mengajarkanmu arti itu semua." Dikuatkan oleh semesta, didewasakan oleh keadaan, dan dibahagiakan oleh seseorang yang belum pernah mereka temukan. Adakah yang masih mereka harapkan? Datang dan akan pergi. Ada. Namun, akan kah kembali? Akan kah putus asa ketika semesta mengajaknya bercanda?

More details
WpActionLinkContent Guidelines