Apa Boleh Bicara?

Apa Boleh Bicara?

  • WpView
    Leituras 540
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 17, 2025
KUMPULAN CERITA PENDEK Tidak semua hal yang kita rasakan, bisa dipahami dengan sempurna oleh orang - orang di sekitar kita. Padahal kan, kita juga ingin diperhatikan? Ketika kita terjebak di situasi sebagai pendengar. Hanya bisa diam. Padahal punya banyak keinginan untuk bicara - berharap dunia di sekitar kita akan baik - baik saja. Tapi apa? Kita hanya bisa diam melihat keadaan yang terus berjalan tanpa berbuat apa - apa. Ku harap, kau bisa bicara. Sekarang! Mengungkapkan semua inginmu. Mencoba agar bisa didengar, tidak hanya mendengar. Dan tentu saja membuat dunia seperti yang kau inginkan. Jangan seperti aku ! Menunggu terlalu lama, hanya untuk bicara.
Todos os Direitos Reservados
#77
cintasahabat
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Luka Naren.
  • Dear You
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Biantara | Lee Jeno
  • Just a Memory
  • Antalogi cerpen
  • SHORT STORY
  • It's Always Been You✔️
  • Renjana [COMPLETED]

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo