Fate Game

Fate Game

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2019
Namaku Axel, aku salah satu pecinta game bergenre action. Hampir setiap hari aku menghabiskan waktuku didepan layar PC untuk menamatkan sebuah game. Namun akhir akhir ini aku bosan. Game dalam PC ku telah seluruh nya ku tamatkan. Bahkan aku terlalu bosan memainkan game online. Hingga suatu hari aku menemukan sebuah game yang nampaknya menarik dan bertipe action Game itu......Region: War Might
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Survive as Hero's Mother  (SELESAI)
  • ASRAR [TERBIT]
  • Dancing On Ice In The Moonlight #1 [ END ]
  • MYSTERY OF SECT
  • Cahaya Kebencian
  • Fate Of 100 Live : The Evil Character's Brother #3 [END]
  • Transmigrating With Black Market System
  • Terraciel World: A Rival But Tempting

Sebagai salah satu manusia yang terkena seleksi alam di era kapitalis, aku tidak banyak berharap begitu sadar terlahir sebagai Celine, salah satu karakter jahat, seperti kebanyakan jenisnya, mati. Pantang menyerah, aku pun melakukan segala pencegahan. Satu, tidak terlibat dengan karakter penting yang akan menelurkan Hero, pahlawan pria, dan Heroine, pahlawan perempuan. Dua, menjalani hidup apa adanya. Tiga, lulus dari akademi dan mengelola bisnis. Akan tetapi, aku justru tidak sengaja menghabiskan satu malam bersama Julian, ayah masa depan Hero. Dengan kata lain, aku mengambil alih posisi ibu masa depan Hero. *** Setelah lima tahun bersembunyi, melahirkan putra yang ternyata mewarisi ciri khas Julian, aku pikir bisa hidup damai selamanya. Namun, haha.... "Bagaimana bisa kau meninggalkanku dengan rasa bersalah?" Julian, ayah tokoh utama pria, berhasil menemukanku setelah lima tahun. Bukan hanya muncul sebagai pahlawan, Julian pun berhasil membersihkan Pulau Nicta; pulau yang seharusnya dibereskan oleh Hero. "Kau pahlawanku. Tidak mungkin aku mengabaikanmu." Oscar, ayah Heroine, hendak membalas budi atas jasaku melindunginya dari perundungan selama di akademi. Selamat tinggal, kehidupan damai dan nyaman milikku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines