DIANTARA KITA [END]

DIANTARA KITA [END]

  • WpView
    Reads 8,662
  • WpVote
    Votes 488
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Mar 7, 2019
Kisah ini berdasar kisah nyata, meski tidak sama tokoh dan tempatnya, narasumber bersedia menceritakan dan mengijinkan untuk diceritakan kembali. Semoga bisa menjadi Pembelajaran bagi Kita saat Berumah Tangga. Di usia pernikahan yang ke 12 tahunnya Maya dan Hendra diuji, dengan kehadiran wanita lain, Dinda, hasrat tak terbendung Hendra mempertahankan dua hati untuk sama sama dimiliki, menorah luka dalam milik Maya. Cinta tak terucap milik Hendra untuk Maya meski telah memiliki 3 orang anak membelenggu langkah Maya memperjuangkan cinta milik mereka. Janji janji suci merangkum asa Dinda yang baru saja kehilangan panutan hidupnya, meraih masa depannya yang sesaat luluh lantak semenjak kematian suaminya. Akankah kehidupan rumah tangga Maya akan kembali damai seperti semula? Ataukah Maya merelakan separuh jiwanya berbagi dengan Dinda? Bagaimana Hendra dan Maya akhirnya memutuskan ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • Selesai di Tahun Kelima
  • Gelora Cinta Buta (Terbit Buku Cetak)
  • After He Comes Back
  • Narasi patah hati
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Diamku Mengikhlaskanmu (TERBIT)
  • Istri Untuk Ndoro

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines