Penyesalan Terakhir

Penyesalan Terakhir

  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 1, 2019
Yuli yang mencintai Andryan, akhirnya mengurungkan rasanya kepada Andryan, saat melihat sahabatnya senang dan nyaman berada di dekat nya Yuli dan Shindy bertengkar karena Andryan yang jujur kepada Shindy yang membuat Yuli benci kepada dirinya dan Andryan. Yuli kalah dengan dirinya sendiri yang mengacuhkan Andryan, ia tak bisa membohongi perasaannya namun sulit baginya untuk menerimanya kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • coward
  • Waktu?
  • DI BALIK DERU MESIN
  • Kisah Arunika
  • Guardian Angel [✓]
  • Arona & Candra
  • Love And Friendship
  • Diary  &  Cinta  Rahasia
  • Will I Ever Call U Mine? By Kim.Lee [TERBIT]
  • cinta yang sakit(gxg)
coward

Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines