We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku Pamit

Aku Pamit

  • WpView
    Reads 1,975
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[DALAM PROSES REVISI] Aku mati karena aku menyelamatkanmu .... Aku bersyukur bisa melihatmu sehat kembali, tapi aku kecewa kenapa aku harus mati. ~ Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama, tempat maupun kejadian cerita itu bukan kesengajaan penulis, semuanya murni dari ide penulis. Copyright ©2019 SEYNARAA #2 - in komplit #9 - in sebelah #10 - in pamit #34 - in fiktif
All Rights Reserved
#25
sebelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Future (new version)
  • A Silent Heartbeat
  • Kotak Harapan dan Kisahnya || JKT48
  • SURVIVING SURIA (COMPLETED)
  • Raison D'Etre [END]
  • Full Of Scratches
  • Alasannya, Dibenci Kehidupan
  • RUMPANG (COMPLETED)
  • AKSARA LARA(END)
  • Antara Dendam dan Cinta

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

More details
WpActionLinkContent Guidelines