Fear Love
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Mar 10, 2019
disuatu hari ada seorang perempuan yang bernama kia dia adalah seorang anak perempuan dari keluarga biasa,dia memimpikan ingin menjadi seorang arsitek terkenal,ia pergi ke luarkota untuk mengejar impian nya,tapi tanpa diduga ia bertemu dengan yan sio dari keluarga kaya yang pernah ia cintai di masa smp. yan:hai kia kita sudah lama tidak bertemu(yan menyapa kia dengan gembira tapi sebaliknya kia malah tidak gembira karna bertemu dengan orang yang dulu pernah dicintainya,dan kia pun langsung pergi tanpa membalas ucapan yan sio) Maaf kalo ada yang salah soalnya baru ngebuat
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • YANG TERBUANG
  • Rahasia Cinta Kanaya
  • My Boyfriend Is A Ghost
  • Falling [SEDANG REVISI]
  • Pembalasan: Mantan Suami CEO, Tolong Cintai Aku (END)
  • Puzzle
  • Seutas Rasa
  • Putri Hutan Pinus
  • Ketika sabar yang di uji

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

More details
WpActionLinkContent Guidelines