Story cover for ~Aku pamit by PuisiKlasik
~Aku pamit
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 08, 2019
"Kalau dulu aku pernah berkata bahwa aku mencintai dirimu. Maka aku kira itu adalah pernyataan yang sudah cukup jelas lengkap dan berlaku tak hanya sampai hari itu melainkan sampai juga untuk hari ini dan sampai selama-lamanya. 
~karena sekarang aku mungkin bukan aku yang dulu yang keras kepala dan bungkam akan sebuah rindu. Waktu memaksaku jauh dari penglihatan matamu. Hingga tak bisa bertemu lagi sangat jauh. Aku pergi tetapi perasaanku tetap sama bersifat menjalar dan bersifat mati satu tumbuh seribu.
Dulu aku pernah berkata, aku ingin menjadi jodohmu. Biarlah ini menjadi usaha kerasku untuk mencapainya bagaimana pendapatmu padaku terserah aku tak perduli itu urusanmu. 
Terimakasih kau pernah takut kehilanganku dan biarkan aku agar selalu melihat foto-foto lamamu bila kurindu, Aku rindu selalu kau harus tau akan hal itu"

Ambon 04-03-2019
~Pattimura puitis
All Rights Reserved
Sign up to add ~Aku pamit to your library and receive updates
or
#654im
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
AFTER (COMPLETE) cover
SUBSTITUTE (LURAH) cover
N O R A [on going] cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Halilintar dan Solar [TAHAP REVISI]✔️ cover
Another Dimension (The End) cover
My Junior My Love ✔️ cover

Little Sister [Boboiboy Elemental]

10 parts Complete

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya