Cinta Di Ujung Jalan

Cinta Di Ujung Jalan

  • WpView
    Lecturas 982
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 14, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Gadis itu meringkuk dgn kepala dibenamkan diantara 2 kakinya, di sudut ruangan kecil nan lusuh dengan 2 ranjang kecil ber seprai serba putih. Salah seorang temannya sudah tidur sedang ia sendiri tak bisa memejamkan matanya. Ini neraka, ya tempat ini neraka baginya. Tempat dimana ia dikurung bersama ratusan orang yg sakit akal dan pikiran. Padahal tak ada yg salah dengan dirinya, ia masih sehat akal, jasmani dan rohani. Dan hanya memiliki sebuah kelebihan di luar nalar, yaitu kemampuannya melihat masa depan dan hampir seluruh penglihatannya itu akurat. Air mata mengalir menganak sungai dari pelupuk matanya, ia akan mati perlahan disini dengan sangat menyakitkan. "Kau tidak sendiri, Geet. Aku akan membantumu keluar dari sini apapun caranya!!" Suara khas seorang pria terdengar lembut bagai secercah cahaya di kegelapan. Geet mendongakkan kepalanya seketika. Mereka beradu pandang. Mata coklat hangatnya menatap Geet dgn pandangan yg sulit diartikan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Nathalia
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • If we can together
  • Jasmine Blooms Between Us
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • Skies dër Heksa

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido