Ali abdullah fikri ( Cinta Yang Tak Pernah Ingkar )

Ali abdullah fikri ( Cinta Yang Tak Pernah Ingkar )

  • WpView
    Reads 2,630
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika kita mencintai sesuatu karena allah, makan kita akan medapat beribu ribu kebaikan. Tuhan telah menggariskan semua dengan kuasa dan skenario yang indah. Kau hanya perlu bersyukur, ikhlas dan selalu mengingat-Nya dalam menjalani semua. Percaya lahh sang maha sutradara terbaik telah menyiapkan sekenari indah untukmu 🌻
All Rights Reserved
#21
suamiidaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • With You Until Jannah √ || End
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Our Love Story
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • i love komandan S1-♡
  • Said Bismillah if you love me

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines