Mr.Dangerous Suga

Mr.Dangerous Suga

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 19, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
[HIATSU] "ini punya temen gue tauk!, jangan lo sentuh. Nanti rusak lagi" Suga hanya dapat tersenyum saat karra menarik earphone bluetooth dari genggaman tangannya. "punya siapa sihh??, berarti banget kayaknya" "ssttt.. Diem aja, udah makan lagi buburnya" "jutek amat mbaknya, cowoknya lagi sakit juga" "bodo wllee..." karra menjulurkan lidahnya. •...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...• Karra masih mencari pemilik earphone bluetooth tersebut?, hmmm kira-kira siapa ya pemiliknya?? •...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...•...• Status : HIATSU Write by : Babbychik Post : 20190308 End : -
All Rights Reserved
#958
jhope
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Love Triangle ✔
  • Semesta [TERBIT]
  • Bad Husband •MYG[✔]
  • FF BTS || alwaysFine
  • Saranghae My Bias | Kim Taehyung (END) ✔
  • Best Friend To be Boyfriend -pjm ✔
  • KARMA (カルマ)
  • One Fairy Seven Angles

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines