Dihimbau untuk membacanya
Karena jika kamu yang menjadi sebabnya, aku mau.
Karena jika kamu yang menjadi tokohnya, aku mau.
Aku hanya ingin, kamu.
Kamu tersenyum.
Kamu tertawa.
Kamu bahagia.
Jika sudah,
Maka aku tidak masalah.
Tidak masalah menjadi luka dibalik senyummu.
Tidak masalah menjadi perih dibalik tawamu.
Tidak masalah menjadi irisan dibalik bahagiamu.
-Sang Bintang-
Ternyata aku tidak pernah dan tidak akan tau bagaimana diriku.
Bagaimana aku bisa jatuh berkali-kali.
Dan kamu datang,
Menjadi berlian berharga yang dulu aku anggap hanya sebuah batu.
Batu usang, yang dimana saja bisa kudapatkan.
Tapi aku salah,
Ternyata,
Batu berkilau yang bisa kulihat hanya sekali dan berpeluang kecil untuk dimilki.
Setidaknya, olehmu, sebabmu, karenamu, aku nyaman.
-Si Rembulan-
Terimakasih untuk respon membacanya, silakan dinikmati.
Semoga suka.
Jika suka jangan lupa untuk mengapresiasi,
apresiasi anda semangat tangan bagi saya. hehe.
Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat?
Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu.
Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi.
Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama.
Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga.
Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan.
Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu.
Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi.
Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu
Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku.
Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku.
Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali
dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas.
Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah
Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja
Kau masih sama, tidak ada yang berubah
Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati
Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.