Story cover for ALASAN by ExaChris
ALASAN
  • WpView
    MGA BUMASA 121
  • WpVote
    Mga Boto 16
  • WpPart
    Mga Parte 6
  • WpView
    MGA BUMASA 121
  • WpVote
    Mga Boto 16
  • WpPart
    Mga Parte 6
Ongoing, Unang na-publish Mar 08, 2019
Dihimbau untuk membacanya

Karena jika kamu yang menjadi sebabnya, aku mau.
Karena jika kamu yang menjadi tokohnya, aku mau.
Aku hanya ingin, kamu.

Kamu tersenyum.
Kamu tertawa.
Kamu bahagia.

Jika sudah,
Maka aku tidak masalah.

Tidak masalah menjadi luka dibalik senyummu.
Tidak masalah menjadi perih dibalik tawamu.
Tidak masalah menjadi irisan dibalik bahagiamu. 

-Sang Bintang-

Ternyata aku tidak pernah dan tidak akan tau bagaimana diriku. 
Bagaimana aku bisa jatuh berkali-kali.

Dan kamu datang,
Menjadi berlian berharga yang dulu aku anggap hanya sebuah batu.
Batu usang, yang dimana saja bisa kudapatkan.

Tapi aku salah,

Ternyata,
Batu berkilau yang bisa kulihat hanya sekali dan berpeluang kecil untuk dimilki.
Setidaknya, olehmu, sebabmu, karenamu, aku nyaman.

-Si Rembulan-

 
Terimakasih untuk respon membacanya, silakan dinikmati.
Semoga suka.
Jika suka jangan lupa untuk mengapresiasi, 
apresiasi anda semangat tangan bagi saya. hehe.
All Rights Reserved
Sign up to add ALASAN to your library and receive updates
o
#56writers
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Shining Star cover
Friend Zone  cover
BLACKPINK X BTS (end.) cover
Lili Closet Film ✓ cover
It Wasn't You, Right? (Vkook) cover
(LK) || The Sweetneres of Love - 리즈국 [✓] cover
Miracle of Accident✔️ cover
| ✨ONESHOOT LIZKOOK ✨| cover
BST #CITYOFEUPHORIA cover

Remember Me As A Time of Day✅

54 mga parte Kumpleto

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.