Like Merkurius

Like Merkurius

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 20, 2019
18+ Pethoks...kata ini lebih tepat memang disematkan untukku.. Kamu tahu artinya?Ya,tolol sekaligus menggelikan.. Karena aku,merelakan gadis impianku untuk dimiliki seorang laki- laki yang tidak lebih sama sikap pengecutnya,denganku. Aku menamakan kepethoks- anku dengan nama lain: Cinta...Ya,cinta dalam gelap.. cinta yang dimiliki oleh diriku sendiri,yang tentu saja tidak dipunyai oleh gadis itu,untukku.. Menyedihkan,bukan?Dan seperti Mercoledi digelapnya malam,aku menyimpan cinta itu sendirian..disudut hatiku yang paling dalam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • DUNWICH
  • Kaysia Alvharizy  (TAMAT)
  • Mengapa Harus Jatuh Cinta ?
  • Cinta Untuk INDAH
  • LYGA✔ (END)
  • Membumi(Tamat)

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines