MALVARMA [TAHAP REVISI]

MALVARMA [TAHAP REVISI]

  • WpView
    Reads 152,540
  • WpVote
    Votes 5,313
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
Kinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akrab disapa Al itu tidak pernah menunjukkan atensinya, tidak peduli dengan sekitar dan sibuk bergelut dengan masa lalu yang selalu membayang-bayangi kehidupannya. Lika-liku pertemanan dan masalah keluarga yang perlahan menghampiri hidup Naya, hingga dirinya sampai ditahap harus memilih untuk berhenti atau melanjutkan perasaannya. Keduanya hanyalah remaja yang berusaha untuk melawan egonya masing-masing. "Why do you love me? "Love doesn't need a reason."
All Rights Reserved
#887
adik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • VOUS ETES TOUT
  • Tanpa Di Cintai(END)
  • Love Letters [END]
  • OMG, i really liked him
  • STITCHES
  • Owner Of My Heart
  • AGGA
  • ARGALMA

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines