talking about marriage.

talking about marriage.

  • WpView
    Leituras 50
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, set 23, 2020
Pernikahan itu penyempurna agama. Waktu aku remaja dulu aku mikir menikah itu is something that I want to do. Tapi aku nggak terlalu tau kapan the perfect time to get married. Aku dulu pengen menikah umur 27. Sama siapanya, yaaaa karna dulu aku masih bocah juga, jadi ideal type aku itu orang yang ganteng, yang putih, yang tinggi bla bla bla. Aku masih look oriented banget. Aku pikir putih itu selalu bagus, aku pikir tinggi itu selalu bagus, dan itu bener-bener pemikiran yang shallow banget. Permasalahan umur terlalu muda dan terlalu tua untuk menikah itu aku juga sampe sekarang belum tau. Kebetulan orangtuaku bukan orang yang suka ngepush anaknya untuk menikah, bahkan hal-hal yang berhubungan dengan lawan jenis itu bukan sesuatu yang kita perbincangkan. Ibu aku orang yang empowering banget, tipe orang yang you have to focus on yourself, education dan karir gitu. Jadi menikah itu buat orangtuaku kaya yang "yaudahlah nanti juga ada waktunya, bakal nemu ko." jadi aku nggak kebelet pengen nikah. Misalkan nih kamu nanya, kapan sih waktu yang tepat untuk menikah? Sejujurnya pertanyaan itu adalah pertanyaan yang harusnya cuma kamu sendiri yang menanyakan ke diri kamu, bukan orang lain. Kalo misalkan kamu ngeliat ada temen kamu nikah diumur 18 tahun, you don't have to do the same thing. Kamu nggak harus ngerasa "aduh aku cepetan nikah juga ah ntar, aku nggak mau jadi orang yang single sendiri." it is no shame to be single Ada orang yang dia udah mateng diumur 18 misalnya, udah merasa siap lahir dan batin, mental udah oke, udah nggak labil. Ada juga umur 20 masih main-main. Aku umur 21 masih belum kepikiran untuk married. Nggak ada yang bisa ngedikte kamu mau hidup kaya apa. Misalkan kamu ngerasa di umur 30 udah mateng dan emosi kamu pada umur segitu udah stabil dan kebetulan kamu ketemu jodoh kamu diumur segitu. It doesn't matter.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • philopobhia
  • Turun Ranjang
  • Mutualism Symbiosis
  • Affiliare
  • Wedding Sweet Seventeen [Terbit]
  • unfamiliar family ; [beomgyu ft Jung family] ✔
  • Okay, We're Married on July
  • NOT AN IDEAL WIFE
  • kita berbeda (End)
  • Diary Love

Setiap orang pasti ingin mempunyai jalan hidup yang sempurna, seperti setelah tamat SMA kuliah, kemudian lulus tepat waktu, mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang diharapkan, jatuh cinta, menikah diusia 25 tahun, punya anak yang lucu-lucu Ya seperti itulah mungkin yang diidam-idamkan oleh kebanyakan kaum hawa, atau hanya aku saja? Tapi pada kenyataannya hidup ini tidak seindah apa yang kita bayangkan Ya... aku harus terima hanya lulusan SMA karena orang tuaku tidak mampu untuk membiayai kuliahku. Bekerja dengan gaji yang tidak sampai UMR, dan membantu keuangan keluarga. Bukan mengeluh sich, hanya saja melihat teman-teman lain yang bisa lulus kuliah dan bisa bekerja di suatu perusahaan membuatku merasa Yaaa... begitulah And I'm still jomblo di usiaku yang sudah 27 tahun ha.. ha... ha... sudah jauh dari apa yang aku impikan selama ini Well... it's okay. I'm singlenya and Verry happy Aku cukup bahagia dengan teman-temanku, paling tidak satnight ku tidak sampai jadi sadnight-lah ha.. ha.. ha.. Sampai suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang merubah hidupku. Dan sampai pada akhirnya aku mempunyai suatu pobhia yang dinamakan Philophobia. Dan... Inilah kisahku

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo