Memeluk Masa Lalu

Memeluk Masa Lalu

  • WpView
    Reads 486
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 9, 2019
"Terima kasih untuk kalian yang sampai saat ini masih bertahan, sebab terkadang berjuang untuk hidup lebih berat daripada berusaha bunuh diri." Di zaman hampir segala hal dilakukan dengan serba tergesa-gesa ini, ditambah dengan kemudahan dan kecanggihan teknologi, perlahan tetapi pasti kita mulai kehilangan etika berkomunikasi. Kita mulai sering membaca pesan untuk menjawab, bukan untuk memahami. Kita kerap menyepelekan esensi. Kita tumbuh menjadi robot yang gemar terburu-buru. Pernah kau terpikir menulis dari hati? Kapan kau terakhir menulis dengan penuh keseriusan? Lewat surat, hari ini, kami melakukannya.
All Rights Reserved
#550
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • ALEYA~~
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Cahaya Dirimu
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • My Junior My Love ✔️
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾

Seberapa besar harapmu dalam ambisi yang begitu menggebu. Menempuh perjalanan bahagia dan luka, terbuai janji dan termakan waktu. Harap ku, semoga dirimu tidak pernah membenci siapapun dan tidak pernah menyalahkan keadaan dan begitupun tidak pernah membenci dirimu sendiri dan semoga selalu dalam kasih sayang Tuhan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Belajar mengenal lebih dekat dengan diri sendiri, mencintai tanpa batas, saling menghargai dan mendengarkan tanpa harus menuntut segala situasi dan kondisi yang ada saat ini. Terimakasih Tuhan dan terimakasih untuk diri saya sendiri, semoga semesta berpihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines