Story cover for Adikku by richarddholiday
Adikku
  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em mar 09, 2019
Lisa adalah orang yang ceria, energetik, menyukai dan disukai oleh banyak orang. Hanya saja ada satu masalah yaitu adiknya, Hesa. Matanya yang begitu tajam menakuti semua orang yang melihatnya, baik anak kecil maupun orang dewasa mereka akan mencoba untuk menjauhinya. Apa yang harus Lisa lakukan agar adiknya tidak merasa sendirian lagi ?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Adikku à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
PROblem ✓ cover
When I'm With You | Jenlisa G!P cover
My Absurd Family cover
Brothers vs Sisters [COMPLETED]✔ cover
2 STEP BROTHER cover
Our Love Life (JENLISA) cover
Rainbow Hearts [END] cover
BABY Twins Double L ( Shipmom). S1& S2 Done✅️ cover
SHADES OF SORROW cover
TEARS cover

PROblem ✓

54 capítulos Concluída

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.