Fajar; Senja

Fajar; Senja

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 10, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Pagi itu, sekolah ku dialihkan. "Hai senja, nanti bareng ya kesana nya" kata salah satu temanku. Ohiya, kenalin aku Senja. Aku lahir di tanggal, bulan dan tahun yang cantik. Pagi ini sekolah ku dialihkan untuk mengikuti acara di Pusat Pemerintahan Kota. "Kalian nanti jalannya jangan misah ya, nanti kita kumpul lagi disini" kata pak guru yang ganteng itu. "Okeyy pak" (Acara dimulai) Berjalan, tertawa, seakan pr pada hari itu terlupa. Asus Zenfone adalah handphone andalan buat kita Selfie. Jangan lupa pake fish eye ya, biar ada effect cembungnya gitu hehehe. " eh, selfie yuu " Jalan sedikit, selfie Selfie sedikit, jalan Sedikit jalan, selfie Hehehe apasi "Eh aus nih" "Tuh ada tukang susu" "Yu beli" Hmmm Apadaya, saya yang tidak suka susu:) Jalan melambat, perlahan.. Merah.. Kesukaanku.. "Eh fajar, tolong petikin itu dong" seraya menunjuk ke arah buah merah itu. Fajar pun bersedia memetiknya "Nih" "Makasih yaa, ayo kita jalan lagi" Tak terasa, langkah teman temanku begitu cepat dan hampir tak terlihat. Langkah fajar terhenti. "Eh bentar deh" fajar terlihat panik. "Kenapa jar?" Fajar kembali ke tempat dimana kita memetik buah merah itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GHAVARI
  • With You (Completed)
  • PELANGI
  • "ACCIDENT IN HIGH SCHOOL"
  • dimana janji tersebut
  • REGANTARA [SUDAH TERBIT]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • My Quuen is Bad Gril
  • NVL school💛💜
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan