MY JERK BOSS

MY JERK BOSS

  • WpView
    Reads 7,015,259
  • WpVote
    Votes 274,857
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
[ADULT ROMANCE | CEO SERIES] Apa yang diharapkan dari kehidupan Liana yang bekerja sebagai administrator disebuah kantor cabang yang letaknya jauh dari pusat kota? Tentu saja tidak ada. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya tempat tinggalnya. Sampai suatu ketika, Liana dipindah tugaskan ke kantor pusat perusahaan. Yang Liana yakini gajinya akan naik dua kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya. Tapi nyatanya, tidak mudah menjadi administrator di perusahaan itu. Karena di awal masuk kerja. Liana sudah melakukan kesalahan, ia secara sengaja menampar Bos barunya 'CEO dari Carlson Group, perusahaan terbesar di dunia'. Liana yakin setelahnya, Bosnya itu tidak akan membiarkannya bekerja dengan tenang. "Ada apa dengan cara berjalanmu Liana?" -Darel Brave Carlson- "Bodoh! Ini semua karena ulahmu dan kau masih bertanya?!" -Liana Collins- ____________________________________ ⚠WAJIB FOLLOW AUTHORNYA SEBELUM ATAU SESUDAH MEMBACA!!
All Rights Reserved
#920
amerika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • Pay One Get Two
  • Life Secretary
  • ATASANKU [ON GOING]
  • Altezza ✓
  • Sekretaris Galak #APproject *Tamat*
  • Gadis Milik Om Igo!
  • On My Way(Crazy Bos)

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines