Raina dan Daniel

Raina dan Daniel

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
Apakah semua ini harus diawali dari keegoisan seseorang? Ya, orang orang emang egois. Mereka ga mau mendengarkan penjelasan seseorang karna mereka merasa yang paling bener. Cukup gue yang ngerasain rasa sakit disini, dan yang bikin gue hancur malah pergi gitu aja. Lemah? Bukan gue Pecundang? Bukan gue Gapunya rasa malu? Bukan gue Tapi semua ini lo yang punya, lo lemah ngurusin pacar lo sendiri. Lo pecundang ga bisa memperjuangin pacar lo sendirian. Lo gapunya rasa malu yang udah bikin nama gue jatuh di mata orang orang. Mungkin ini ga seberapa bagi lo. Lo harus rasain dulu yang gue rasa baru lo bakal sadar kesalahan lo yang sebenarnya.
All Rights Reserved
#157
perkenalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANELKA CALVARY
  • Tingkat Tiga
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • PELANGI
  • MAUREN (On Going)
  • VENDRA ♡
  • Naughty Nanny
  • Danielza
  • Destiny
  • Angelista Geavano [Completed]

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines