Tanah Kembar

Tanah Kembar

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
[Up satu minggu dua kali] Kisah seorang dokter yang ingin membalaskan dendamnya pada semua warga di Desa Tanah Kembar. Ia akan mengabulkan omongan seorang warga yang mengatakan : "Halah, masih SMP aja sudah jadi pembunuh. Gimana gedenya, mau jadi psikopat?" Akankah Sang Dokter akan benar-benar membalaskan dendamnya atau ada rencana lain yang ingin ia lakukan? . . . .©2020 . Cover by @ecenggondhok
All Rights Reserved
#776
dokter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hai, Pak Dokter! (TELAH TERBIT)
  • Destined for me 2
  • Gone(✔)🔚
  • Seindah Asma Allah √
  • Diary Anara
  • Rohan
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Boulevard Revenge
  • Destiny [COMPLETED]
  • Damar dan Sekar

(SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN) Jaman sekarang itu populasi dokter ganteng banyak bertebaran dimana-mana. Contohnya empat dokter ganteng ini yang mampu membuat cewek kelepek kelepek kalau melihat wajah tampan mereka. Yah mereka adalah Bhanu dokter spesialis penyakit dalam, Kenan dokter spesialis bedah, Abidzzar dokter spesialis saraf dan Abrisam dokter spesialis mata. Mereka memang berbeda spesialis, tetapi siapa sangka ke empat dokter ini menjalin persahabatan. Dengan ketampanan mereka pula, memanggil dua gadis untuk tergila-gila terhadap mereka. "Yakininlah, suatu saat nanti saya akan berada di hati kamu. Tunggu saja"--- Abidzzar "Aku tidak bisa melupakannya. Tolong bantu aku."--- Pelangi "Saya ramah kepada semua orang, bukan hanya kepadamu saja."--- Bhanu "Dia unik. Tingkahnya lucu. Mungkinkah aku suka padanya?"----Abrisam "Dokter, mata saya sakit.. Butuh di sebuhkan oleh cintanya dokter. Eak asek-asek jos."---Rycca. "Apa daya gue hanya seorang makcomblang yang masih gagal move on dari masa lalu."---Kenan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines