Tentang Yuta dan cara lelaki itu mencintai gadisnya.
"Sebanyak aku ingin tetap membuatmu bersamaku, tapi aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan untuk itu."
"Jangan menjanjikan apapun, kau hanya cukup berjalan disampingku dan menggenggamku seperti ini. Terima kasih sudah mencintaiku."
Seperti rinaian hujan yang jatuh tanpa diketahui, begitupun takdir. Entah ini lelucon ataupun sudah ketentuan kehidupan, Alsava Kanaya hanya ingin mengetahui keganjalan yang dialami.
SMA DWIRAMA mempertemukannya dengan sosok lain. Lalu, keganjalan itu menyeruak perlahan.
Kebahagiaan atau kesengsaraan tanpa batas yang akan didapatkannya?
"Kalau Lo mencari tahu dimana kebahagiaan itu hinggap, maka jawabannya adalah hati."
"Banyak orang diluar sana menjadikan senyum sebagai rekayasa. Sekarang untuk percaya orang itu bahagia atau tidak, kita harus lebih mengenalnya."
Ketika senyum dipertanyakan dan air mata diabaikan, takdir yang abstrak membuat terpaksa menjalani sampai napas terakhir.