AMPLITUDO (Stagnasi #4)

AMPLITUDO (Stagnasi #4)

  • WpView
    Reads 48,300
  • WpVote
    Votes 7,107
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 19, 2024
Adipati Sagala membiarkan sepuluh tahun terakhir merenggut sesuatu yang dulu dia sebut 'bahagia'. Sepuluh tahun yang terus membuatnya mengutuki diri sendiri. Sepuluh tahun yang membuatnya menenggelamkan diri dalam kelelahan tanpa akhir. Dia tak lagi berharap pada cahaya. Dia hanya berharap bisa menerima segalanya. Dia hanya berharap cukuplah punggungnya untuk menerima semua lara. "Lo galau... gue juga. Kalau orang galau makan sama-sama, siapa tahu malu kalau nggak habis, jadinya ditelan semua." Lalu gadis itu tertawa. Ia ingin percaya bahwa derita bisa saja lebih ringan saat dipikul bersama. Dan gadis itu, menyediakan diri untuknya.
All Rights Reserved
#466
saga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • Substitute Bride [End]
  • HANCUR💔<END|
  • Reputation Rescue
  • FOREVER YOURS REGARDLESS
  • Girlsfriend's best Friend
  • Diantara Langit & Senja

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines