KULANKA | On Going

KULANKA | On Going

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 11, 2020
YUK FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ✅ Seorang gadis, eh tidak dia sudah bukan gadis bahkan umurnya saja sudah 25 tahun. Apa masih pantas disebut gadis? Namanya Kunala Falguni Stavidyania, karyawan bagian pemeriksa aksara di kantor penerbit Bratadikara yang bertempat di Surabaya. Bekerja disana bukan muluk dari keinginannya, ia hanya patuh atas keinginan sang bunda yang ingin anaknya belajar mandiri agar tidak lagi manja. Itu keinginan pertama sang bunda, berbeda dengan keinginan kedua sang bunda, yakni ia ingin Kunala cepat-cepat menikah. Lanjut ya..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FAIR UNFAIR
  • Laut 2015.
  • ARKA (My Cool Husband)
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • Gus Fahry
  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • Maulinda Athalia [END]
  • BROTHER (REVISI & END)
  • Transmigrasi Jadi Istri Gendut (End) (Terbit)
  • BUNDA UNTUK SENA  [OSH]-[ON GOING]

*Pemenang Grassmedia Fiction Challenge 2020* Kata Praska, Maura itu bodoh dan selalu melakukan segala hal berdasarkan prinsip tapi tanpa pertimbangan. Jadi, saat Maura kehilangan pekerjaan dan membawa pulang beban hutang yang banyak sekali kepada kantor, menurut Praska hal itu terjadi mutlak karena kebodohan Maura sendiri. Praska ingin Maura berubah jadi perempuan yang melihat segala hal dengan perhitungan jangka panjang. Lalu bagaimana jika dalam perjalanan membebaskan diri kungkungan masalah, Maura justru diharuskan bekerja untuk pengidap narkolepsi, Christopher Park, seorang pemuda asal Korea yang butuh referensi budaya Indonesia demi karir dan gelar pendidikannya? Maura harus menemani Chris mendalami rupa-rupa Indonesia sesuai daftar kegiatan yang ada di bukunya, Maura juga harus mengumpulkan banyak uang, dan terakhir, Maura ingin menyelamatkan masa depan percintaannya dengan Praska. Tapi apakah benar, Maura hanya perlu menahan rasa kecewa sebentar saja? Apakah masalahnya bisa diselesaikan dengan mudahnya? Apakah semua yang dijalani Maura sudah bisa dikatakan adil? Atau malah sama sekali tidak adil? Warm Regards, Akhiriana Widi

More details
WpActionLinkContent Guidelines